Bahasa resmi & kerja UNESCO. Terjemahan otomatis oleh Google Translate.
Melalui konsep pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism), kunjungan ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung sekaligus mendukung pelestarian budaya dan lingkungan setempat. Selama kegiatan, para tamu membaur dengan kehidupan sehari-hari warga dusun dan mengikuti serangkaian aktivitas edukatif.
Berikut adalah catatan perjalanan dan keseruan agenda Impact Tour tersebut:
Perjalanan dimulai pada pagi hari tanggal 13 September 2026 saat rombongan tamu dari Kanada tiba di Dusun Teluk Dalam, Desa Juru Seberang.
Menyatu dengan Kehidupan Lokal: Selama di dusun, para wisatawan menginap di kediaman Bapak Nopiansyah dan Bapak Toni. Mereka disambut seperti keluarga sendiri dan mendapatkan fasilitas makan tiga kali sehari dengan menu autentik khas Belitung, yang menjadi sarana mengenalkan kekayaan kuliner lokal kepada dunia internasional.Workshop Batik di Kediaman Ibu Nur: Agenda pertama dibuka dengan kunjungan ke rumah Ibu Nur. Di sini, para tamu mengikuti workshop membatik tradisional. Mereka belajar mengenal motif khas daerah, mencanting lilin panas di atas kain, hingga memahami filosofi di balik setiap goresan karya perajin lokal.
Malam Ramah Tamah di Gudang Begalor: Menutup hari pertama, suasana keakraban begitu terasa dalam acara malam ramah tamah yang digelar di Gudang Begalor. Di ruang pertemuan komunitas ini, para tamu Kanada dan warga lokal duduk bersama untuk berdiskusi, bertukar cerita budaya, dan menikmati malam diiringi kehangatan teh dan kopi yang disajikan.Hari Kedua: Eksplorasi Hijau dan Konservasi Pesisir
Pada tanggal 14 September 2026, fokus kegiatan beralih pada edukasi lingkungan dan pengenalan ekosistem pesisir Juru Seberang yang dinamis.
Mengunjungi Nursery Bibit Mangrove: Pagi hari dimulai dengan edukasi ekologi di area pembibitan (nursery) mangrove. Para wisatawan melihat langsung proses penyemaian bibit bakau dan belajar dari pengelola lokal mengenai pentingnya rehabilitasi lahan pesisir untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah abrasi.
Petualangan di Eco Wisata Gusong Bugis: Destinasi terakhir adalah kawasan Eco Wisata Gusong Bugis. Di tempat yang dikenal sebagai salah satu percontohan pemanfaatan lahan pascatambang menjadi destinasi hijau ini, para tamu menyusuri jembatan kayu di tengah hutan bakau, menikmati pemandangan muara, dan menyaksikan langsung hasil nyata dari pemulihan lingkungan berbasis komunitas.
Melalui Impact Tour ini, para wisatawan Kanada tidak hanya membawa pulang kain batik hasil karya mereka sendiri, tetapi juga pengalaman mendalam tentang bagaimana pariwisata dapat memberdayakan masyarakat lokal dan menjaga kelestarian alam secara beriringan. Kegiatan Impact Tour ini terlaksana atas kerja sama PT. Island Conection Belitung, Pemerintah Desa Juru Seberang dan Comunity Base Tourism Desa Juru Seberang.