Bahasa resmi & kerja UNESCO. Terjemahan otomatis oleh Google Translate.
Desa Juru Seberang, 26 Juli 2026
Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia (International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem), Yayasan Bakau Lestari Indonesia (Bakau Institute) menggelar seremonial penaburan indukan kerang dara di kawasan Perlindungan dan Budidaya Berkelanjutan Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program O-Shell 2.0: Protecting Coastal Livelihoods in Belitung Through Conservation Based Cockle Farming, yang didanai melalui Obviously Sustainable Twin Transition Hyperlocal Grant 2026.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan perlindungan dan budidaya berkelanjutan indukan kerang dara pada titik koordinat 2°44'54.04" LS, 107°37'40.44" BT ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari unsur pemerintah, mitra pendana, dan masyarakat pesisir setempat. Hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Kebijakan Publik dan Keberlanjutan Obviously Sustainable, Praise Ichthus Tampi, S.IP., M.Env Mgt Dev., Wakil Bupati Belitung, Syamsir, S.I.Kom., Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PRP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Juru Seberang serta OPD di lingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kabupaten Belitung.
Penaburan indukan kerang dara (Anadara granosa) menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus melindungi mata pencaharian nelayan lokal. Program O-Shell 2.0 dirancang dengan pendekatan konservasi berbasis masyarakat, di mana kelompok nelayan Desa Juru Seberang dilibatkan langsung dalam pengelolaan kawasan indukan guna menjamin regenerasi populasi kerang dara secara alami dan berkelanjutan. Apresiasi yang tinggi kamu berikan kepada Pihak dari Bakau Institute yang telah berhasil menyelenggarakan kegiatan ini, semoga kegiatan ini berhasil menjadi penopang ekonomi masyarakat dimasa yang akan datang.