Bahasa resmi & kerja UNESCO. Terjemahan otomatis oleh Google Translate.
"Berdoa dan Makan Bedulang" menandai masuknya bulan Ruahan di Desa Juru Seberang
pemerintah Desa Juru Seberang dengan antusias berhasil melaksanakan kegiatan beruah massal Jilid II
kegiatan ini merupakan Inisiasi dari Pemerintah Desa Juru Seberang dan Masyarakat,
beruah massal ini merupakan beruah massal lanjutan dari beruah Massal Jilid I yang telah dilaksanakan pada Tahun 2025
Kegiatan ini dilaksanakan di dua Dusun dan pada tanggal yang berbeda. Yaitu di Dusun Juru Seberang dilaksanakan
pada hari jumat tanggal 6 februari 2026 dan untuk Dusun Teluk Dalam dilaksanakan pada tanggal 31 januari 2026,
acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Bupati Belitung, Kepala Dinas BPKB PMD Kabupaten Belitung,
tokoh masyarakat dan tokoh agama serta seluruh lapaisan masyarakat Desa Juru Seberang.
Ruwahan adalah salah satu tradisi masyarakat di Desa Juru Seberang yang masih di jaga hingga saat ini.
Tradisi Ruwahan ini biasa dilakukan menjelang bulan Ramadhan atau tepatnya pada bulan Syaban dalam kalender Hijriyah.
Tradisi Ruwahan yang dilakukan di bulan Ruwah tersebut bertujuan untuk mengirim doa untuk para leluhur
yang sudah meninggal.
Selain mengirim doa, Ruwahan juga dilakukan untuk memohon ampunan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ruwahan juga diisi dengan sajian makan beDulang (lauk pauk yang disajikan dalam satu nampan dan dimakan paling banyak 4 orang)
oleh warga sebagai ungkapan terima kasih atas limpahan rezeki dan keselamatan dalam bekerja.
kami selaku Pemerintah Desa Juru Seberang sangat bersyukur atas partisipasi warga yang sangat antusias dari masyarakat atas kegiatan ini,
selain menjadi wadah untuk memanjatkan doa, kegiatan ini juga menjadi ajang silatutahmi dan bermaaf maaffan antara
pihak Pemerintah dengan masyarakat, sehingga tidak ada lagi sesuatu yang mengganjal, biar tidak ada dusta diantara kita
dan kita bisa menjalani puasa romadhon dengan tenang dan khusuk.